JAMBI, 18 Oktober 2026 — Kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) ditunjukkan Bikers Brotherhood 1% Motorcycle Club (BB 1% MC) Jambi Chapter dengan membagikan ribuan masker di sejumlah persimpangan lampu merah di Kota Jambi, Oktober 2026.
Aksi sosial tersebut dilakukan dengan turun langsung ke jalan untuk membagikan masker kepada masyarakat, terutama pengendara dan warga yang setiap hari beraktivitas di tengah penurunan kualitas udara akibat kabut asap.
Kegiatan ini menjadi bentuk kepedulian terhadap keselamatan masyarakat sekaligus upaya meningkatkan kesadaran akan pentingnya perlindungan diri di tengah ancaman paparan asap karhutla.
Bagi BB 1% MC Jambi Chapter, kepedulian tidak cukup hanya diwujudkan melalui rasa prihatin. Di tengah kondisi udara yang memburuk, tindakan nyata sekecil apa pun dinilai memiliki arti bagi masyarakat yang terdampak.
Vanguard BB 1% MC Jambi Chapter, Haris Aceng, mengatakan pembagian ribuan masker tersebut merupakan bentuk solidaritas kepada masyarakat yang harus tetap menjalankan aktivitas sehari-hari di tengah kondisi udara yang tidak sehat.
“Hari ini kami turun ke jalan untuk membagikan masker di simpang-simpang lampu merah di Kota Jambi. Mungkin apa yang kami bagikan tidak seberapa, tetapi ini merupakan bentuk kepedulian kami terhadap sesama, terutama di tengah kondisi kualitas udara yang sangat tidak sehat,” ujar Haris Aceng.
Ia menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari implementasi program Bakti untuk Negeri yang dijalankan BB 1% MC Jambi Chapter.
Menurutnya, semangat kebersamaan dan solidaritas tidak hanya terbatas pada sesama anggota komunitas, tetapi juga harus diwujudkan melalui kontribusi nyata bagi masyarakat luas.
“Ini adalah salah satu bentuk implementasi program Bakti untuk Negeri yang kami jalankan di Bikers Brotherhood 1% MC Jambi Chapter. Mari saling menjaga dan terus menyebarkan kebaikan setiap hari,” katanya.
Melalui aksi tersebut, BB 1% MC Jambi Chapter berharap semakin banyak elemen masyarakat, komunitas, dan organisasi yang tergerak untuk mengambil bagian dalam aksi kemanusiaan, terutama ketika masyarakat menghadapi dampak bencana lingkungan seperti karhutla.
Pembagian masker ini menjadi pengingat bahwa menghadapi kabut asap bukan hanya persoalan lingkungan, tetapi juga menyangkut keselamatan dan kesehatan masyarakat yang membutuhkan perhatian serta kepedulian bersama.