MUAROJAMBI, BOEMIMELAYU.COM – Berdasarkan hasil investigasi Boemimelayu.com, Rabu (12-02-2025). Desa Kasang Lopak alai Kecamatan Kumpeh ulu Kabupaten Muaro Jambi provinsi Jambi. Banyak terlihat lahan petani yang tak digarap alias lahan tidur, yang diakibatkan dari Biaya operasional kerja yang tinggi, maupun pemasaran hasil pertanian/perkebunan yang tidak bisa mencukupi, apalagi kalau bicara untung.
Abdul Khadir (63), petani di RT 12 Desa Kasang Lopak alai kecamatan Kumpeh ulu, saat diwawancarai Mengatakan, kami petani ni sekarang mau garap lahan biayanya tinggi dan juga Sewaktu panen mau jual kepasar harganya juga dak sesuai. Contoh, kemaren saya tanam sayur -sayuran, pas waktu panen harganya jatuh, bahkan sampai busuk sayuran saya, kata Khadir, dengan nada sedih.
Tambah Dika Adul (65), petani desa Kasang Lopak alai, lahan saya sekarang saya tanami singkong saja, sebagian jika ditanami semua nanti pas panen harganya jatuh, saya yang rugi. kata Adul
“Lanjutnya, lahan tidur yang ada desa Kasang Lopak alai, diperkirakan hampir ratusan hektar, harapan adul ada perhatian dari pemerintah daerah Jambi maupun pemerintah pusat, apa lagi program pak presiden Prabowo untuk ketahan pangan. Lahan kami disini cocok untuk tanaman padi, jagung dan sebagainya. Ungkap Adul, dengan nada mengharap.”
Miftahul Amin, Aktivis Perkumpulan Hijau (PH) Jambi, meminta kepada pemerintah provinsi Jambi, pemerintah kabupaten Muaro Jambi dan pemerintah pusat, untuk merespon keluhan para petani, apalagi sekarang program pemerintah pusat menyoal Ketahan pangan. Kata Amin”