KUALA TUNGKAL – Mahasiswa Pecinta Alam (MAPALA) PAMSAKA Universitas Islam An-Nadwah (UINKA) Kuala Tungkal resmi melantik kepengurusan baru periode 2026/2027. Prosesi pelantikan berlangsung di Aula UINKA, Kuala Tungkal, Minggu (11/10/2026), sebagai penanda dimulainya kepemimpinan baru dalam menjalankan roda organisasi.
Pelantikan tersebut mengusung semboyan “Berintegritas dalam Sikap, Bertanggung Jawab dalam Tindakan, Berdedikasi dalam Pengabdian.” Semboyan ini menjadi landasan bagi pengurus baru dalam menjalankan tugas organisasi, memperkuat solidaritas anggota, serta meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan.
Kegiatan ini dihadiri Pembina MAPALA PAMSAKA, anggota kehormatan, anggota luar biasa, demisioner, dan bakal calon anggota. Sejumlah perwakilan organisasi turut hadir, di antaranya Ketua FAJI Tanjung Jabung Barat, Ketua AOPGI Tanjung Jabung Barat, Sekretaris FPTI Tanjung Jabung Barat, Ketua ALTI Tanjung Jabung Barat, serta perwakilan UKK dan UKM UINKA Kuala Tungkal.
Rangkaian acara diawali dengan pembukaan, dilanjutkan prosesi pelantikan yang ditandai dengan penyerahan dokumen pengukuhan kepada pengurus baru. Kegiatan kemudian diisi dengan sambutan pembina, demisioner ketua periode 2025/2026, dan Ketua MAPALA PAMSAKA periode 2026/2027.
Pembina MAPALA PAMSAKA, Dr. Nurul Hidayah Tumadi, Lc., M.A., dalam sambutannya menegaskan bahwa pelantikan bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan awal dari tanggung jawab yang harus dijalankan oleh setiap pengurus.

“Pelantikan ini bukan sekadar seremoni, melainkan awal dari amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Saya berpesan agar pengurus baru menjaga integritas, kekompakan, dan kecintaan terhadap alam,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua MAPALA PAMSAKA terpilih periode 2026/2027, Betaria Kriswanda, menyampaikan apresiasi kepada pembina, senior, anggota, serta seluruh pihak yang telah mendukung keberlangsungan organisasi dan pelaksanaan pelantikan.
Ia menilai masa kepengurusan selama satu tahun merupakan kesempatan untuk membangun kebersamaan sekaligus meninggalkan kontribusi nyata bagi organisasi.
“Satu tahun mungkin terasa singkat. Tetapi saya percaya, jika dijalani dengan sungguh-sungguh, satu tahun bisa meninggalkan jejak yang baik. Seperti pesan para pecinta alam: jangan tinggalkan apa pun kecuali jejak, jangan ambil apa pun kecuali gambar, dan jangan bunuh apa pun kecuali waktu. Semoga satu tahun ini kita tinggalkan jejak kebaikan untuk Pamsaka,” katanya.
Menurut Betaria, pergantian kepengurusan harus menjadi momentum untuk memperkuat solidaritas dan menjaga hubungan antargenerasi dalam keluarga besar MAPALA PAMSAKA. Selain itu, organisasi diharapkan tetap menjadi ruang pembelajaran bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan, membangun karakter, dan menumbuhkan tanggung jawab terhadap lingkungan.
Pelantikan ditutup dengan sesi foto bersama yang melibatkan pengurus, pembina, mitra organisasi, dan tamu undangan.

Dengan terbentuknya kepengurusan periode 2026/2027, MAPALA PAMSAKA diharapkan mampu memperkuat peran organisasi dalam kegiatan kepencintaalaman, pelestarian lingkungan, serta pengembangan kapasitas mahasiswa. Kepengurusan baru juga diharapkan dapat melahirkan kader yang berintegritas, memiliki semangat petualangan, serta mampu menjalankan pengabdian secara bertanggung jawab.